Cerpen : Makan Kelam

Administrator, 31 Juli 2019 11:26:09 WIB

MAKAN KELAM

Oleh: Leli Marito Panggabean

 

“Hari ini bagaimana??” Tanya si kepala keluarga memecah suasana makan malam yang hening.

 “Tadi aku keperbatasan,seperti biasa,berjaga” jawab si sulung Ahmad terlebih dahulu

“Aku tadi kesekolah,belajar,bermain dan tadi sedikit berlari juga” sambung si bungsu Rahmad.

“Sekolah kalian rusak??” Tanya Ahmad antusias mendengar kelanjutan cerita hari adiknya yang 10 tahun dibawahnya tersebut.

“Pastinya,tapi tidak parah seperti tahun lalu. Kali ini hanya ruangan perpustakaan yang hancur”

“Bukanya ruang perpustakaan kalian menyatu dengan ruang kelas??”

“Iya bang,syukurnya hanya 10 orang yang terluka”

“Syukurlah kalau begitu,kau harus tetap berhati-hati. Jangan sampai anggota keluarga kita berkurang lagi” Rahmad hanya menganguk tanda iya kepada ayahnya yang barusan menimpali.

Suasana hening kembali terjadi, hanya suara sendok beradu piring yang mengelilingi makan malam itu. Sesekali sang kepala keluarga menatap kedua putranya yang lahap menyantap makanan, melihat sibungsu yang tangannya terbalut perban, dan si sulung yang jarinya tak lengkap lagi seperti manusia kebanyakan, dia tersenyum kemudian mengangkat piring kosongnya kesumur yang menyatu dengan dapur. Dengan perlahan pria paruh baya itu membawa kakinya yang pincang kembali ke meja makan. Ridwan menarik nafas dan membuangnya kasar seolah hal tersebut bisa membawa sesak didadanya yang kian membesar.

“Ahmad, kau tidak ingin jujur kepada ayah??” ucapnya menarik perhatian si sulung dan mengehentikan gerakan tangannya yang bertautan dengan sendok.

“Ayah ingin kau jujur, kau tahu kini hanya tinggal kita bertiga”

Diam, bahkan kini suara sendok beradu piringpun tak ada lagi. Samar-samar dari jauh terdengar sirene yang sudah menjadi musik pengiring hari mereka. Si bungsu kemudian memilih beranjak dari kursinya dan masuk ke kamar, dia tahu pembahasan ini bukan jangkauannya lagi.

“Apa yang harus ku akui ayah??”

“KAU PERGI LAGI MENYUSUP KEDALAM PENJARA YAHUDI ITU AHMAD!!!”

Amarah pria berumur 54 tahun itu memuncak dan berhasil membuat putranya tertunduk tak berani menatap sang ayah. Dia tahu kesalahan yang telah ia perbuat, dan dia juga sadar telah berbohong kepada ayahnya.

“Ma-“

“Tidak ada kata maaf Ahmad” potong Ridwan, yang membuat anaknya semakin terdiam.

“Apa yang ingin kau cari lagi nak??”

Suaranya melembut, hatinya melunak. Sang putra yang mendengar nada tersebut akhirnya menatap mata ayahnya yang sudah berkaca-kaca.

“Aku yakin Fatimah masih hidup dan ditawan di penjara itu ayah”

“FATIMAH,FATIMAH,FATIMAH. DIA SUDAH MATI AHMAD!!DIA MATI DITANGAN YAHUDI ITU DAN BAHKAN MUNGKIN MAYATNYA TELAH BUSUK DIMAKAN ULAT”

“CUKUP AYAH!!, AKU YAKIN FATIMAH MASIH HIDUP, DAN DIA AKAN SEGERA KEMBALI KEKELUARGA KITA INI”

“Ahmad…ayah sudah cukup kehilangan istri dan putri tercinta, ayah tidak ingin kehilangan engkau juga nak” ucap Ridwan lirih sambil menatap nanar kebola mata Ahmad.

“Ayah sudah cukup dengan kematian” sambungnya yang berhasil membuat kepalan tangan sang anak mengendur dan tertunduk mengeluarkan air mata.

“Aku tidak terima adikku tercinta mati juga ditangan mereka ayah, aku tidak terima bahwa aku adalah kakak yang tidak bisa diandalkan” tangisnya pecah, Ahmad akhirnya luluh, pertahanananya runtuh, laki-laki yang berumur 22 tahun itu akhirnya terjatuh dan memeluk erat  kaki sang ayah. Jelas terlihat luka dalam tangisnya, seakan banyak duka yang belum terselesaikan, semua kesakitan dia panggul sendirian.

“Apa ayah tidak ingat bagaimana lebarnya senyum Fatimah ketika dia mendapat kabar bahwa dia diterima kuliah di Kairo??, bagaimana hangatnya pelukannya, bagaimana semangatnya dia akan menjadi dokter dan berjuang untuk negara kita ini??”

“Aku ingat ayah…, aku ingat bahkan tiap kalimat suci yang ia sebut. Apa ayah tahu?? Fatimah bilang dia ingin  menjadi pejuang yang mengobati tiap korban  bajingan Yahudi. Tapi apa ayah..??? Dia justru menghilang tepat saat dia akan berangkat ke Kairo, dia pergi tanpa mengatakan kata perpisahan, dan dia jelas telah meninggalkan semua mimpi yang telah ia utarakan” sambung Ahmad sambil terus menangis dan bersujud dikaki ayahnya yang kini menarik nafas mencoba menahan air mata yang telah berkumpul dipelupuknya.

“Nak, ayah tahu, ayah tahu kau sangat terluka karena itu. Tapi apa kau juga tidak memikirkan apa yang terjadi jika kau pergi ke penjara itu??” Ridwan mengangkat wajah putranya mencoba menyalurkan sisa kekuatan yang ada dijiwanya.

“Bagaimana jika kau juga tertangkap dan dibunuh bajingan-bajingan itu?? Apakah kau sanggup melihat Ayahmu yang pincang ini berjuang sendiri melindungi Rahmad??”  akhirnya, kalimat itu keluar dari mulut sang kepala keluarga.

“Nak, cobalah merelakan kepergian Fatimah,kita sudah pernah melewati rasa sakit ditinggal ibumu terlebih dahulu, jadi ayah harap kau juga bisa berhenti bersikap seperti ini”

“Tapi ayah….Fatimah belum mati ayah”

“CUKUP AHMAD!! FATIMAH TELAH MATI! DIA MATI TERTEMBAK SAAT AKAN MELARIKAN DIRI DARI KEPUNGAN PRAJURIT YAHUDI ITU, AYAH MELIHATNYA DENGAN JELAS NAK.. BAGAIMANA JANTUNGNYA DITEMBUS TIMAH PANAS ISRAEL,BAGAIAMAN DIA BERTERIAK AGAR AYAH LARI, DIA TELAH MATI AHMAD…dia..telah mati… ”

Sayup-sayup dari kejauhan terdengan suara bom yang meledak disambung sirene yang bernyanyi indah, musik yang merdu pengiring hari tiap keluarga yang tinggal diperbatasan Palestina. Gaza namanya, kota kecil yang hampir tidak pernah merasakan ketentraman seperti tempat lain dibelahan dunia. Makan malam yang seharusnya mereka nikmati dengan hikmat,justru mereka rasakan dalam kelam.

 

#MAHASISWAKKNUNIMED2019

Artikel Terkini

  • Sambut HUT RI Desa Buluh Duri Menggelar Berbagai Turnamen Olahraga

    06 Agustus 2019 11:23:48 WIB Administrator
    Sambut HUT RI  Desa Buluh Duri Menggelar Berbagai Turnamen Olahraga
    BULUH DURI, SIPISPIS – Dalam rangka menyambut Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 pada tanggal 17 Agustus 2019 mendatang, Panitia HUT RI Desa Buluh Duri menggelar berbagai turnamen olah raga yang mempertemukan perwakilan antar dusun se-Desa Buluh Duri.   Hal ini disampaikan la... ..selengkapnya

  • Antusias Siswa-Siswi Menyambut Perpustakaan Dan Sanggar Seni

    06 Agustus 2019 11:12:41 WIB Administrator
    Antusias Siswa-Siswi Menyambut Perpustakaan Dan Sanggar Seni
    Tujuan utama dari pelaksanaan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan dusun-dusun terdekat telah terealisasi dengan baik, yakni "meningkatkan minat baca dan keaktifan masyarakat Buluh Duri".   Setelah melakukan sosialisasi kebeberapa sekolah dan kepada warga sekitar Buluh Duri dalam beberapa waktu b... ..selengkapnya

  • Sosialisasi Perpustakaan Dan Sanggar Seni Desa

    31 Juli 2019 11:21:38 WIB Administrator
    Sosialisasi Perpustakaan Dan Sanggar Seni Desa
    Mahasiswa/i KKN Unimed melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah di sekitar Desa Buluh Duri pada hari Senin (29/7) dan berlanjut sampai hari ini, Selasa (30/7). Hal ini ditujukan untuk memperkenalkan perpustakaan guna meningkatkan minat baca anak-anak. Sosialisasi ini juga ditujukan untuk memperkena... ..selengkapnya

  • Mahasiswa Kkn Hidupkan Kembali Perpustakaan Desa

    29 Juli 2019 08:50:53 WIB Administrator
    Mahasiswa Kkn Hidupkan Kembali Perpustakaan Desa
    Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca buku merupakan pelopor perencanaan salah satu program kerja mahasiswa KKN Universitas Negeri Medan 2019 di Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai. Program tersebut adalah menghidupkan kembali perpustakaan yang sudah perna... ..selengkapnya

  • Kades Buluh Duri Terima 19 Mahasiswa KKN Unimed 2019

    26 Juli 2019 14:29:12 WIB Administrator
    Kades Buluh Duri Terima 19 Mahasiswa KKN Unimed 2019
    Kades Buluh Duri Terima 19 Mahasiswa KKN Unimed 2019 Bertempat di kantor kepala desa Buluh duri, Rabu (24/7), Kepala desa Buluh duri, Dewi Yanthi Purba menerima kedatangan 19 Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) yang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Buluh duri. Sembi... ..selengkapnya

  • Berkah Berbagi PKK

    01 Juni 2019 14:55:23 WIB Administrator
    Berkah Berbagi PKK
    Siang menjelang sore ini  29 Mei 2019 mobilitas kantor desa Buluh Duri cukup padat. Ada warga yang berkemas di lapak jualan TARA (takjil ramadahan) program selama bulan ramadhan desa Buluh Duri , ada warga yang hendak membeli takjil, ada yang mengangkut pipa (pipanisasi BUMDesa) dan ada juga wa... ..selengkapnya

  • Proses Penjaringan Anggota BPD

    30 Mei 2019 16:43:14 WIB Administrator
    Proses Penjaringan Anggota BPD
    Tanggal 29 Mei 2019 adalah hari terakhir pemilihan calon anggota BPD Desa Buluh Duri yang dilangsungkan dibalai desa, setelah lima hari berturut-turut panitia melakukan pemilihan secara langsung. Dimulai tanggal 25 Mei 2019 untuk keterwakilan wilayah pemilihan dusun 6 & 7, 26 Mei untuk keterwaki... ..selengkapnya

  • Pelantikan Perangkat Desa

    19 Januari 2019 16:53:30 WIB Administrator
    Pelantikan Perangkat Desa
              Hari ini adalah hari pertama bekerja atau rapat perdana bagi Yahya Aritonang dan Ahmad Syarief Simarmata setelah pada tanggal 10 Januari 2019 mereka dan perangkat desa yang lama dilantik. Yahya dan Ahmad adalah perangkat desa yang baru setelah mereka lulus dalam pe... ..selengkapnya

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Buluh Duri

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung